Showing posts with label Kebesaran Allah. Show all posts
Showing posts with label Kebesaran Allah. Show all posts

7 keajaiban yang lebih ajaib dari 7 keajaiban dunia

on Mar 12, 2011






Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramid di Mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita tahu. 

Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, kerana di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. 

Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu? Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak.

Tujuh keajaiban dunia itu adalah:
 
1.   Haiwan Berbicara di Akhir Zaman

Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara
sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya
adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul haiwan melata yang akan
berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercatat dalam Al-Qur’an,
surah An-Naml ayat 82,

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan
sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka,
bahawa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”.

Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy memberi ulasan tentang ayat di atas, 

“Haiwan ini akan keluar di akhir zaman ketika rosaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka haiwan bumi.
Konon kabarnya, dari Mekah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang
perinciannya. Haiwan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]

Haiwan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai
tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu
‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat,sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di Barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, haiwan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah Barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

2.   Pohon Kurma yang Menangis

Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? 

Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu-berkata: 

“Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurmatersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]

Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar,maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang kurma itu pun merintih.Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang kurma itu (untuk menenangkannya)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

3.   Untaian Salam Batu Aneh

Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah
perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang
mengucapkan salam. 

Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahawa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya, Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

“Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

4.   Pengaduan Seekor Unta

Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu
timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. 

Akan tetapiketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan haiwan pun memilikinya. 

Oleh kerana itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya. Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu
yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. 

Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang
hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau
masuk ke dalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor unta.

Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka unta itu
merintih dan bercucuran air matanya. 

Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah unta itu. Kemudian beliau bersabda,

“Siapakah pemilik unta ini, unta ini milik siapa?”

Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “unta itu milikku,
wahai Rasulullah”.

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, kerana ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahawa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]

5.   Kesaksian Kambing Panggang

Kalau binatang yang masih hidup boleh berbicara adalah perkara yang
ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang
yang berbicara. 

Ini memang aneh, akan tetapi benar. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut: Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebahagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. 

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Angkatlahtangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahawa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur
Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan
membawa surat), 

“Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, 

“Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. 

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,

”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]

6.   Batu yang Berbicara

Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka
keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman.

Jika kita fikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim
harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. 

Kerana Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]

Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]

7.   Semut Memberi Arahan

Mungkin kita pernah mendengar cerita fiksen tentang haiwan-haiwan
yang berbicara dengan haiwan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiksen
belaka dan tentunya omong kosong. 

Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya haiwan yang berbicara kepada haiwan yang lain, bahkan memberi arahan, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Haiwan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,

“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai
manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami
diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu
kurnia yang nyata”.

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut:

Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak
diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyedari.

Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Kerana (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa:

“Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapaku dan untuk
mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan
rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia”
yang menghebohkan, dan menghairankan seluruh manusia. 

Orang-orang beriman telah lama menyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang.

Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh kerana itu, kami mengangkat perkara itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kukuh di hati umat Islam.


Pelik dan seram

on Feb 19, 2011

Satu gumpalan asap menyerupai syaitan bertaring dikesan semasa kejadian kebaran yang berlaku di Iraq baru-baru ini. Samada ini benar atau tidak belum dapat dipastikan. Kalau benar mesti ada sesuatu hikmah yang Allah hendah tunjukkan kepada hambanya.

Pokok Ajaib Berusia 400 Tahun Kekal Subur Sendirian di Tengah Gurun Berpasir Tanpa Air

on


Hidup  sendirian di tengah-tengah gurun, berbatu-batu jauhnya dari sumber air dan tumbuhan yang lain, sebatang pokok yang digelar sebagai " Pohon Kehidupan" atau "The Tree of Life" ini  terletak 2 kilometer dari Bukit Dukhan, masih  bertahan hidup dengan baik sejak  400 tahun yang lalu walaupun berada di atas bukit berpasir setinggi 
25  meter  menghadap lautan pasit yang terbentang luas tanpa air.

Pokok ajaib ini telah menarik perhatian banyak orang sama ada pelancong , ahli sains dan pakar biologi dari seluruh dunia  untuk melihatnya sendiri tentang keajaiban pokok kehidupan ini. Keajaiban alam 400 tahun telah membuatkan ahli biologi dan saintis bingung  selama bertahun-tahun untuk mencari jawapan bagaimana pokok ini mampu hidup begitu lama, sedangkan sumber air amat jauh daripada pokok tersebut.


Walaupun mereka memberikan beberapa teori, ada yang mengatakan akar-akarnya menyebar dengan sangat mendalam dan luas, mencapai sumber air yang tidak diketahui, tetapi belum ada sesiapa yang mampu membuktikannya.

Pohon Kehidupan merupakan salah satu tarikan pelancong yang paling terkenal di Bahrain.  Namun para  pengunjung diperingatkan  memastikan kereta mereka berada dalam keadaan baik supaya tidak terjebak dalam pasir di tengah-tengah gurun yang luas itu.






Segalanya adalah atas kekuasaan dan kehendak Allah Yang Maha Agung dan Maha Bijaksana. Semuanya  adalah ciptaanNya dan baginya adalah amat mudah untuk mencipta sesuatu. 


Subhanaallah...

Kisah pelaut bertaubat di Segi Tiga Bermuda

on

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_lenXdPAfDZiJeXxFssiUoUNwIByVN68eLiIdZVWC9wsh4UG3nogUXqVk1hu0hBbDhIYzY6KTlgEpPUNDOD3cz_xw6ZPxY8Gw2Keh2Whq_y6auUmxs1iMTZx0AwSGXOkDVCypOal8iqg/s1600/10.jpg



Kisah benar diceritakan dalam buku ini bertajuk - Pelaut Menemui Tuhan di Segitiga Bermuda ( Golden Trianggle ). Kisah ini amat penting untuk dipanjangkan berbanding tajuk-tajuk motivasi yang lain dalam buku ini.Bacalah...

Seorang Hamba Allah yang tidak disebutkan namanya dalam buku tersebut, cukuplah sekadar saya namakanya A sahaja. A bertugas dengan sebuah syarikat perkapalan. 

Beliau berbangsa Melayu, Beragama Islam dan berasal dari Malaysia. Bapanya seorang guru agama, tetapi sejak kecil A tidak mendapat pendidikan agama akibat bersekolah di asrama penuh sehinggalah menjawat jawatan dalam syarikat perkapalan tersebut. 

Beliau bertugas dan belayar keseluruh dunia dalam sesuai bidangnya menjadi pelayar profesional. 



Melalui pengalaman dan pergaulan persekitarannya menyebabkan A menganut fahaman tidak mempercayai adanya Tuhan, kehidupannya tidak pernah mengamalkan ajaran agama Islam melainkan melakukan apa sahaja yang dilarang oleh Islam termasuklah kesemua jenis dosa-dosa besar, Perempuan, Zina, Arak, Judi dan apa sahaja yang dilarang oleh agama termasuklah fahaman A yang mengharamkan perkahwinan .


Baginya apa perlunya kahwin sedang wanita boleh didapati dimana-mana sahaja. Dalam mana-mana perdebatan A sering mencabar kekuasaan Tuhan dengan mengatakan Tuhan Tiada , ianya hanyalah hayalan, hanya orang bodoh dan lemah sahaja yang mempercayai adanya Tuhan .Begitu angkuh sekali si A menyanggah akan keesaan Tuhan. 



Dipendekkan cerita. Ketika kejadian ini berlaku, kapal A sedang belayar merentasi Segita Bermuda menuju ke Mexico. Dengan kehendak Allah S.W.T kapal A telah dipukul ribut ditengah Lautan Atlantik yang luas berhampiran Segita Bermuda. 



Maka karamlah kapal A dengan segala isinya dan seluruh anak-anak kapal terpelanting ke laut.Termasuklah A turut serta menjadi penghuni lautan seketika itu, dengan sekelip mata sahaja, dengan tidak disangka-sangka, dengan tidak ada seorang pun menduganya, walaupun kapal A dilengkapi dengan pelbagai kecanggihan teknologi mengesan sebarang bencana. Namun kehendak Allah tidak ada sesiapa pun mampu menghalangnya.. 



A telah terdampar dilaut selama 13 hari dengan pelampung keselamatan yang dipakainya. Pengsan dan sedar berulang-ulang kali. Ketika A dalam keadaan sedar ditengah lautan Atlantik yang gelap gelita, dalam kepedihan dan kesakitan serta badan yang lemah dalam kesejukan. 



Sekumpulan ikan-ikan jerung mengelilingi A berulang-ulang kali, ada yang menggeselkan badannya ke kaki A, mengangakan mulut kearah A, seolah-olah suatu pesta makanan yang lazat sedang dan akan dinikmati sebentar lagi.


Ketika itulah A menangis, meraung, memanggil-manggil nama Allah berulang-ulang kali, memanggil dalam esakan, dalam tangisan. A telah terlupa akan segala kesombongannya selama ini, segala dosa dan maksiat yang dilakukannya selama ini, segala keangkuhannya mengatakan Tuhan itu tiada dan tiada apa-apa kekuasaan daripadanya.


Pada saat itu tiada lagi tempat A memohon pertolongan melainkan kepada Allah, ditengah-tengah lautan yang saujana mata memandang, sejuk, panas dan gelap gelita, A tiada tempat untuk memohon pertolongan, melainkan memanggil-manggil nama Allah beribu-ribu kali.


Akhirnya A teringat beberapa potong ayat al-Quran lalu membacanya. Disaat genting berada diambang maut antara laut dan kerakusan jerung ganas, A membaca beberapa potong ayat al-Quran. seterusnya A pengsan. 

Sesedarnya A, ia telah berada di hospital Reo de Jenerio Brazil . A telah diselamatkan oleh nelayan Brazil. Ketika di hospital A menjadi trauma dengan menghempas-hempaskan badannya, meraung-raung menyebut-nyebut nama Allah, Allah, Allah....

Begitulah hebatnya kebesaran dan kekuasaan Allah, walaupun jerung sudah mengangakan mulutnya untuk menelan A. Walaupun 13 hari terapung dilaut yang ganas berpayungkan langit, kepanasan dan kesejukan, namun kekuasaan Allah meliputi segala-galanya.Ajal dan maut adalah ditangan Tuhan.



Akhirnya A insaf diatas segala perbuatannya dan sekarang menuntut di perguruan pondok mendalami ilmu Islam, bertaubat dan melaksanakan segala amalan-amalan ajaran agama dengan sepenuhnya.



A telah bertaubat, insaf dan menyesal, bahawa pada saat-saat diantara hidup dan mati seperti itu, tiadalah lagi sebarang kehebatan dan kesombongan manusia. Hanyalah Allah yang akan menjadi tempat mengadu dan memohon pertolongan.



Rupa-rupanya Allah juga masih tetap sayangkannya . Beliau telah diselamatkan oleh jerung dan lautan, beliau telah diselamatkan dari kehidupan noda dan dosa dan kini melalui kehidupan insan yang sebenar, beribadat, bertaubat dan taatkan segala perintah Allah. 


ceduk dari  :- shvoong

Sejarah Pembinaan Kaabah

on Dec 30, 2010

Kaabah yakni rumah Allah adalah kiblat di mana seluruh umat Islam menghadapnya ketika menunaikan solat.

Diriwayatkan bahawa Allah telah menjadikan tapak Kaabah itu disokong dengan empat tiang daripada air 2000 tahun sebelum Dia menciptakan dunia ini dan Dia telah membentangkan bumi dari bawah Kaabah. Tiang Kaabah itu panjangnya sehingga lapisan bumi yang ke tujuh.

Di setiap tujuh langit ada rumah Allah tempat para malaikat beribadat padaNya dan pada langit ke tujuh nama rumah Allah itu adalah Baitul Makmur. Rasulullah bersabda, “Baitul Makmur adalah masjid yang berada di langit dan ia betul-betul di atas Kaabah. Seandainya ia jatuh maka ia akan menghempap Kaabah”.

Sebelum Baitul Makmur dicipta, para malaikat tawaf mengelilingi Arasy pada masa yang sangat lama. Allah memandang mereka kemudian menurunkan rahmat kepada mereka. Allah membina sebuah rumah di bawah Arasy yang diberi nama Baitul Makmur. Allah memerintahkan para Malaikat supaya tawaf di Baitul Makmur dan tinggalkan Arasy. Para malaikat telah melakukan tawaf di Baitul Makmur sehingga jumlah yang memasukinya siang dan malam seramai 70,000 malaikat. Mereka tidak kembali lagi buat selama-lama.

Kemudian Allah mengutuskan para malaikat turun ke bumi dan berfirman kepada mereka, “Binalah sebuah rumah untukKu di bumi sepertinya”. Allah memerintah seluruh makhlukNya di bumi supaya tawaf mengelilingi Kaabah sebagaimana penghuni langit tawaf mengelilingi Baitul Makmur. Diriwayatkan bahawa Allah telah mengutuskan Jibril kepada Nabi Adam serta Hawa supaya membina satu rumah untukNya. Jibril telah menggariskan (rangka) kepada keduanya lalu Nabi Adam menggali tanah manakala Hawa mengangkutnya sehinggalah air menyahut serta menyeru dari bawah beliau meminta agar berhenti menggali dengan kata-kata, “Cukuplah wahai Adam!”

Setelah Nabi Adam wafat, anak-anaknya telah membina Kaabah dengan menggunakan tanah dan batu. Diriwayatkan bahawa orang yang membinanya ialah anak Nabi Adam iaitu Nabi Syith. Mereka sentiasa mendiami dan memakmurkan Baitullah dan begitulah juga dengan orang-orang yang selepas mereka sehinggalah tiba zaman Nabi Nuh, Kaabah telah runtuh dan kawasan tersebut ditenggelami air serta tidak dapat dikesani.

Kemudian Allah mengutuskan Nabi Ibrahim untuk membina kembali Kaabah. Mematuhi perintah Allah itu, Nabi Ibrahim dan anaknya, Nabi Ismail membina semula Kaabah di atas timbunan batu dan tanah liat daripada bekas binaan Kaabah yang pernah dibuat oleh Syith yang runtuh akibat banjir dan taufan pada zaman Nabi Nuh itu. Pembinaan Kaabah oleh Nabi Ibrahim daripada batu dari tujuh bukit di sekitar kota Mekah. Binaan Kaabah kali ini mempunyai dua sudut utama iaitu sudut Rukun Al-Hajarul Aswad dan Rukun Yamani dan satu sudut berbentuk melengkung pada bahagian yang bertentangan dengan kedua-dua sudut.

Ciri-ciri binaan yang telah dibina oleh Nabi Ibrahim:

- Tingginya 9 hasta.
- Panjang di paras bumi dari Hajarul Aswad hingga ke penjuru sebelah Syam 32 hasta.
- Lebar di sebelah bahagian saluran air bermula dari penjuru Syam hingga ke penjuru sebelah barat 22 hasta.
- Panjang di paras bumi bermula dari penjuru sebelah barat hingga ke penjuru sebelah Yaman 31 hasta.
- Lebar di paras bumi bermula dari penjuru sebelah Yaman hingga ke Hajarul Aswad 20 hasta.

Selepas pembinaan Kaabah oleh Nabi Ibrahim, ia terus berdiri megah di bumi Allah dan tidak akan runtuh sehingga hari Kiamat. Namun usaha membaik pulih dan menyelenggarakan Kaabah tetap diteruskan sehingga sekarang. Berikut adalah rumusan sejarah pembinaan Kaabah.

- Binaan pertama: Malaikat
- Binaan kedua: Nabi Adam
- Binaan ketiga: Nabi Syith
- Binaan keempat: Nabi Ibrahim
- Binaan kelima: Kaum Amaliqah
- Binaan keenam: Kaum Jurhum
- Binaan ketujuh: Qusai bin Kilab (Abad keempat Masihi)
- Binaan kelapan: Abdul Mutalib
- Binaan kesembilan: Kaum Quraisy (Tahun 605 Masihi ketika Rasulullah berusia 35 tahun)
- Binaan ke-10: Abdullah ibnu Zubair (Tahun 64 hijrah)
- Binaan ke-11: Hajjaj bin Yusuf al-Thaqafi (Tahun 74 hijrah/693 Masihi)
- Binaan ke-12: Sultan Murad Khan (Tahun 1040 hijrah/1630 masihi) 


Gambar lama Kaabah

Gambar lama Kaabah Pada 1880

Gambar lama Kaabah

Gambar lama Kaabah

Gambar lama Kaabah - secara dekat

Banjir Melanda Kaabah - 1941

Banjir Melanda Kaabah

Banjir Melanda Kaabah

Banjir Melanda Kaabah

Banjir Melanda Kaabah

Pandangan Atas Kaabah

Maqam Nabi Ibrahim a.s.

Kaabah Waktu Malam

Kaabah Waktu Malam

Kaabah Waktu Malam

Gambar Kaabah Pada Musim Haji

Gambar Kaabah Pada Musim Haji

Gambar Kaabah Pada Musim Haji

Menukar Kelambu Kaabah


Sumber :- Kelab Greenboc

Masjid-masjid penuh Mukjizat

on



KeAgungan dan Kebesaran Illahi kembali terlihat di di ujung Banda.
Tsunami menggulung Aceh, namun di setiap musibah ada suatu keajaiban dan mukjizat Alloh SWT. Salah satunya bangunan-bangunan masjid yang masih tetap berdiri meski sekitarnya porak-poranda.
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? " [QS. Al-Fushshilat]




Followers

pop up text

Blog Archive

Top Ranking Pro PR

My Blog List