Anti Komunis, Tetapi Berasmara dengan Parti Komunis China

on Sep 4, 2011



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkd1_CnXK6kXABHrIHssTwUb5XfkPhInZIlKCd4x9kGJyRfHJGYCAWzSkAqftgmF1-pr2j_OwX3MSkUayfgr-rs7V7AhrWqNz1Uq2Yfd7L0AE_jRkJuYVEGjaCYWgKqtnm4VvHOd1R1Agr/s400/Communists+UMNO.jpg



Umno telah mengadakan MoU dengan Parti Komunis Cina pada 5 ogos 2011. Malahan ada usaha untuk menghantar Pergerakan Pemuda dan Puteri Umno untuk mempelajari daripada Parti Komunis Cina. Sekiranya MoU ini dibuat oleh Parti Islam Semalaysia (PAS) atau Dap atau PKR, maka sudah tentu sebelum turun daripada kapalterbang akan disumbat ke Kemunting.


Apakah Komunis Cina, berbeza dengan komunis Malaya? Bukankah Parti Komunis Malaya bernaung di bawah Parti Komunis China? Komunis, ideologinya tetap sama tidak kira di mana tempat. Kenapa umno hipokrit?

Jika benar anti komunis kenapa menghantar pulang 11 pejuang Uighurs ke China, walaupun dibantah oleh Suruhjaya Tinggi PBB bagi Orang Pelarian d Kuala Lumpur.
Sedangkan mereka ini menentang kerajaan komunis China kerana menceroboh wilayah mereka d Xinjiang Julai 2009.

Inilah sikap hipokrit umno dalam apa jua isu. Isu Palestin umno tunjuk hero, tetapi dalam masa yang sama, Apco Yahudi dibayar RM77 juta setahun. Umno melalui bantuan media mereka yang tidak ada etika kewartawanan dan tidak takut dosa dan pahala dengan sewenang-wenangnya menuduh Pas menyokong komunis. Orang pekak dan buta pun tersenyum apabila umno menuduh Pas sokong komunis.

Tidak ada rekod Pas berbaik dengan komunis. Sedangkan umno menjemput Parti Komunis China menghadiri Persidangan Agung Umno dan yang terbaru mengadakan MoU dengan Parti Komunis China.
Pemimpin umno juga pernah ditangkap menjadi agen komunis di negara ini. Walaupun pemimpin umno pernah menuduh Pas lebih merbahaya daripada komunis. Namun kerja-kerja untuk berasmara dana dengan komunis tidak pernah dilakukan oleh Pas.

Ucapan Tuan Haji Mohd Sabu hanya untuk menutup tahap kepuasan hati terhadap Najib merudum kepada 59 peratus, daftar pemilih SPR yang kotor, kenaikan harga barang keperluan harian.


http://idrisahmad.wordpress.com/

Photobucket

TAMBAH LE LAGI KERUSI DUN

on


bung mokhtar parliament 080708 02

Cadangan mewujudkan kerusi baru bagi kawasan Dewan Undangan Negeri (DUN) di Sabah akan memberi manfaat yang besar kepada rakyat, kata ahli parlimen Kinabatangan Datuk Bung Moktar Radin.

Menurut beliau ia mampu membantu mempercepatkan lagi pembangunan di negeri ini yang mempunyai keluasan yang besar serta membantu kepada penyampaian dan perkhidmatan yang lebih baik kepada rakyat terutama penyediaan kemudahan asas.

Pewujudan kerusi baru itu tidak seharusnya dilihat sebagai agenda untuk memenangi pilihan raya umum akan datang tetapi apa yang penting adalah pembangunan rakyat dapat ditingkatkan, katanya ketika ditemui pemberita selepas majlis rumah terbuka Umno Bahagian Kinabatangan di Sandakan, hari ini.

Beliau berkata perbincangan semua pihak berhubung perkara tersebut perlu dalam memastikan pewujudan kerusi baru di sesuatu kawasan tidak disalah erti oleh sesetengah pihak.

Bung Moktar berkata mengambil contoh di kawasan beliau sendiri iaitu Kinabatangan yang mana keluasannya sama seperti negeri Pahang dan hanya mempunyai dua kawasan DUN iaitu Sukau dan Kuamut serta satu Parlimen iaitu Kinabatangan.

Katanya sudah semestinya dengan keluasan Parlimen Kinabatangan memerlukan satu kerusi DUN tambahan bagi memastikan kepentingan rakyat sentiasa terbela selaras dengan kapasitinya.

- Bernama

Photobucket

Misteri Batu Terbang, Batu Isra' Mi'raj Nabi Muhammad

on

Batu Terbang, batu isra' mi'raj, batu melayang, batu gantung, atau batu ajaib yang ternyata palsu dan merupakan hasil manipulasi atau rekayasa gambar



Ada yang menyebutnya sebagai batu terbang atau batu gantung. Ada yang menyebutkan sebagai batu pijakan Nabi Muhammad saat akan mi'raj ke langit. Sang batu ingin ikut terbang ke langit, tetapi dilarang oleh nabi, sehingga berhenti dalam posisi melayang hingga sekarang.
Banyak yang percaya begitu saja gambar dan cerita tersebut. Tetapi tak sedikit juga yang bertanya-tanya. Apakah batu tersebut benar-benar ada? Benarkah itu foto asli?

Setelah beberapa lama mencari-cari kebenaran cerita dan foto tersebut, akhirnya ada kejelasan yang diperoleh dari forum diskusi berbahasa arab. Ternyata foto batu ini sudah tersebar jauh dan juga menimbulkan 'kehebohan' di antara mereka. Jika dalam versi indonesia, embel-embel ceritanya adalah tentang kisah isra' mi'raj di atas, maka dalam forum berbahasa arab itu cerita pengiringnya berbeda. Tidak mengenai isra mi'raj. Di situ diceritakan bahwa batu ini berasal dari wilayah Al Hasa atau Al Ahsa (bukan Al Aqsa), di bagian timur Arab Saudi, di sebuah desa bernama Al Tuwaitsir (Lihat foto-foto wilayah ini di Panoramio). Sang batu, konon ceritanya, tiba-tiba melayang setinggi sekitar 10 cm di suatu hari di bulan April, tanpa sebab yang jelas.

Seorang anggota forum tersebut menanggapi dengan menyatakan bahwa ia hidup di wilayah tersebut dan tidak pernah melihat ada batu yang terbang melayang (lihat juga komentar dari orang-orang yang tinggal di wilyah ini dari artikel berbahasa inggris: the mistery of floating rock di sini). Ia pun kemudian memberikan foto-foto batu yang dimaksud. Dan ternyata, memang batu tersebut ada, namun mempunyai penyangga di bawahnya. Foto asli batu tersebut menunjukkan bahwa memang batu tersebut cukup unik. Dan dengan mengambil sudut pemotretan yang tepat, dilanjutkan dengan manipulasi hasil pemotretan dengan photoshop atau program pengolah gambar lainnya, orang dengan mudah menghilangkan penyangga tersebut untuk memberi kesan sebagai batu yang melayang di udara.
Berikut adalah foto-foto batu asli dari berbagai sudut pengambilan gambar:


Foto asli dari batu yang disebut sebagai batu terbang atau batu melayang. Ternyata batu tersebut mempunyai penyangga di bawahnya.Foto asli dari batu yang disebut sebagai batu terbang atau batu melayang. Ternyata batu tersebut mempunyai penyangga di bawahnya.Foto asli dari batu yang disebut sebagai batu terbang atau batu melayang. Ternyata batu tersebut mempunyai penyangga di bawahnya.
Ada juga referensi mengenai batu terbang ini di flickr

Beberapa keraguan lain mengenai cerita batu terbang

  1. Gambar batu terbang tersebut 'too good to be true', terlalu aneh untuk dipercaya. Ia melayang, ia terletak di tempat terbuka, dan dekat perumahan (lihat foto mobil, rumah, kabel listrik). Artinya, banyak orang akan menyaksikannya jika itu benar. Berita dari mulut ke mulut akan mengundang banyak orang, kru televisi, koran, dan radio tentu akan meliput dan menerbitkan gambar dan cerita batu terbang tersebut. Namun kenyataannya? Hanya ada satu jenis foto dengan keterangan samar tentang apa dan di mana batu tersebut.
  2. Cerita tentang batu yang ingin terbang mengikuti nabi Muhammad juga kurang jelas asal-usul dan sandaran haditsnyaAdakah hadits shahih atau sumber terpercaya lainnya tentang peristiwa ini? Jika ada yang tahu, mohon saya diberitahu melalui formulir komentar di bawah.
  3. Sebagian orang menunjuk kepada bagian bawah dari gambar batu melayang, di bawah batu, di dalam bayangan. Mereka melihat dalam gambar yang lebih besar, berresolusi lebih tinggi, adanya tanda-tanda manipulasi. Ada yang dihapus pada bagian tersebut.

Bukti Kepalsuan Batu Terbang dalam Video

Lihat Video

Bagaimana dengan batu yang merupakan pijakan Nabi saat ber-isra'mi'raj?



Foto asli dari batu yang menjadi pijakan Nabi Muhammad saat ber-Isra' Mi'raj.Di samping ini adalah gambar batu tersebut, tampak atas. Batu ini sama sekali berbeda dengan gambar batu di atas! Batu yang ini asli.
Ia berada di Yerusalem, Palestina di wilayah Haram al Quds al Sharif. Batu inilah yang dilindungi dengan bangunan yang kita kenal sebagai simbol Palestina, yaitu Masjid berkubah Emas, Dome of the Rock, atau Qubah al Shakhra atau masjid Kubah Batu. Apakah batu ini melayang? Wallahua'lam. (Lihat juga Gambar adanya gua di bawah batu ini.)
Jadi, semoga kita tidak terburu-buru percaya dengan cerita-cerita heboh, ajaib, yang diembel-embeli dengan kisah-kisah islami atau dihubungkan dengan kekuasaan Allah.
Jangankan cuma batu sebesar itu, Allah pun berkuasa untuk mengangkat bukit Thursina ketika mengambil sumpah kepada kaum Yahudi. Tetapi, kalau memang batu tersebut tidak melayang, tidak terbang, dan ternyata merupakan hasil manipulasi foto belaka, apakah kita akan tetap menyebarkan foto-foto tersebut? Apalagi kisah sang batu yang ingin ikut Nabi ke langit tersebut juga tidak jelas sumbernya.

Semoga halaman ini bermanfaat untuk kebenaran.


Photobucket

Gunung sebagai Pasak - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an

on


Gambar 8. Bagan potongan melintang. Gunung-gunung, sebagaimana pasak, memiliki akar yang menghunjam di bawah tanah. (Anatomy of the Earth, Cailleux, hal. 220)
Bagan potongan melintang. Gunung-gunung, sebagaimana pasak,
memiliki akar yang menghunjam di bawah tanah. 

Gambar 7. Gunung-gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan tanah. (Earth, Press dan Siever, hal. 413)
Gunung-gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan tanah.


Sebuah buku berjudul Earth adalah buku pegangan rujukan di banyak universitas di seluruh dunia. Salah seorang pengarangnya adalah Profesor Emeritus Frank Press. Ia adalah Penasehat Ilmu Pengetahuan dari mantan Presiden Amerika Jimmy Carter dan selama 12 tahun menjadi presiden dari National Academy of Sciences, Washington, DC. Buku tersebut menyatakan bahwa gunung-gunung mempunyai akar di bawah mereka. Akar ini menghunjam dalam, sehingga seolah gunung-gunung mempunyai bentuk bagaikan pasak (lihat gambar 7 dan 8).
Beginilah Al Qur'an menjelaskan tentang gunung-gunung. Allah berfirman:

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak? (An Naba', 78: 6-7)
Ilmu bumi moderen telah membuktikan bahwa gunung-gunung memiliki akar di dalam tanah dan akar ini dapat mencapai kedalaman yang berlipat dari ketinggian mereka di atas permukaan tanah. Jadi, kata yang paling tepat untuk menggambarkan gunung-gunung berdasarkan informasi ini adalah kata "pasak" karena bagian terbesar dari sebuah pasak tersembunyi di dalam tanah. Pengetahuan semacam ini, tentang gunung-gunung yang memiliki akar yang dalam, baru diperkenalkan di paruh kedua dari abad ke-19.
Sebagaimana pasak yang digunakan untuk menahan atau mencencang sesuatu agar kokoh, gunung-gunung juga memiliki fungsi penting dalam menyetabilkan kerak bumi. Mereka mencegah goyahnya tanah. Allah berfirman:

وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (An Nahl, 16:15)
Maha Benar Allah yang Maha Agung.



Photobucket

Bukit 'Budha'

on



Dengan sedikit imaginasi dan kemampuan olah foto, jadilah 'Kepala Sang Budha' menjadi 'bukti' kebesaran Allah



Gambar semacam ini (kolom sebelah kiri, di bawah) sudah sejak lama beredar di internet melalui berbagai mailing list tempat berdiskusi kaum muslimin. Dan gambar ini (beserta beberapa yang lain) dijadikan sebagai 'bukti' kebesaran Allah.
Mm... lagian apa hubungannya 'Sang Budha' dengan kebesaran Allah atau kebenaran Islam???


Gambar dan keterangan gambar yang beredar
Gambar yang diklaim sebagai bukti kebesaran Allah. Sebuah bukit yang ketika diputar 90 derajat menampilkan wajah manusia - Sang Budha!
Gambar dan keterangan gambar dari saya
Gambar asli adalah sebuah bukit di obyek wisata Machu Pichu, Peru. Gambar telah dimanipulasi untuk lebih menunjukkan kemiripan dengan wajah manusia. Dalam hal ini Sang Budha


Perhatikan, bagaimana 'orang yang memanipulasi' gambar di sebelah kiri, menambahkan bentukan mata dan mulut. Lihat pula bagaimana sisi kiri dari bukit utama 'dipendekkan' untuk memberi kesan bentukan 'hidung'.
Tentunya tidak layak kita memakai sesuatu yang dipalsukan sebagai bukti kebesaran Allah.
Berikut ini adalah beberapa gambar wilayah wisata Machu-Picchu jika dilihat dari sisi lain

gambar wilayah machu picchu dari sisi lain gambar wilayah machu picchu dari sisi lain gambar wilayah machu picchu dari sisi lain

Atau silakan lihat di Google tentang gambar wilayah ini yang bersumber dari berbagai pihak.



Photobucket

“Najib is politically finished”

on Sep 3, 2011


by Dato Ariff Sabri*



Many of us have fond memories of former Kedah Menteri Besar, Sanusi Junid, for 1,001 reasons. He can be comical at one time, deadpan serious at another. Sanusi, who joined UMNO in 1963, used to regal many of us with his caustic remarks aimed at disarming UMNO president Najib Tun Razak or discrediting Najib as it were.

He related his many conversations with Najib’ father, Tun Razak. One of these conversational bites was when Tun Razak was sighing about how Najib couldn’t cut his teeth into politics.Sanusi would let out a half smile when he tells us of the moment when he cheekily asked: “Why Tun?”And Tun Razak replied: “Too much skirt chasing.”

According to the Oracle of Syed Putra, there is a growing divide between Najib, UMNO and the Malays. (Incidentally, the Oracle is the alter ego of Daim Zainudin. You can almost say what the Oracle says is what Daim thinks.)

According to him, the low estimation of Najib as Prime Minister and UMNO President is no longer just confined to the man on the street whose opinions may be justifiably dismissed as idle talk. But the same opinions are being said and repeated by UMNO luminaries, people of some significance, indicating a very serious perception problem.

Umno leaders complaining
So what is Najib doing now? Najib is seen as being busy finding ways to channel money to Chinese vernacular schools and that is alienating the Malay voters farther.He’s seen as appeasing non-Malays more and more.
It seems to me his way of solving problems is by paying his way through. Yet the UMNO  warlords from which UMNO and its President depend for political power are not amused. They are NOT receiving projects for their areas. For example, the UMNO leaders in Kedah are complaining. They have been asked to set the agenda to retake Kedah yet they have not been given resources to go into battle.

Forget ’3M’ grouping

Speaking of Kedah, I asked the Oracle what’s his take on the 3M grouping of Dr Mahathir Mohamad, Deputy Prime Minister Muhyidin Yassin and Mukhriz (Mahathir’son)?

“I wouldn’t give much credence to the 3M thing. For what purpose? For Muhyidin to ascend to the PM post? He can do that by other means at his disposal. He is enjoying better credibility with his Malay first, Malaysia second attitude with the Malay hoi poloi. To prop up Mukhriz so that Mahathir will lend his weight to Muhyidin? That is possible. But how long can Mukhriz survive in politics by hanging on the coat-tails of his father?

“It’s like you said about Najib being cornered to come out with his last resort defence when attacked on his policies. All he could muster was – he is Tun Razak’s son. How long can you sell that?. So why should Muhydin be a party to declining forces?” said the Orcle.


‘Najib is politically finished’

According to him, Muhyidin isn’t as stupid as he looks. He thinks the 3M thing is just another red herring to disguise some sort of power struggle within UMNO. It could be even be something the Najib camp is manufacturing to justify isolating Muhyidin.

“Najib is politically finished. He is isolating himself with a band of highly self-opinionated advisers.He has this habit of abandoning friends and dismissing advice and frank criticisms.He prefers the advice and company of greenhorn advisers.They may be clever people, but haven’t got the political wisdom and savvy,” said the Oracle.

So, who does Najib have for advisers? Are they as ‘good’ as those that Mahathir had? Mahathir had Daim, Anwar Ibrahim (then), Sanusi and Megat Junid who were his operatives. They did the ground and underground work so that Mahathir could do what he does best – which is, projecting himself as an unrelenting crusader to almost anything on earth.
Why was Mahathir able to do that? Because he had a team of sewer workers.Najib hasn’t got people who will want to do the dirty work for him.

*This excerpt is from the writer’s blog sakmongkolak47. The writer is a FMT columnist. - Din Merican




Photobucket

SUNGGUH MELOYAKAN...!

on





1Malaysia semakin dikuasai oleh bini Perdana yang tidak disudi oleh mana-mana yang waras pun? Suami terus membisu, bini perdana pula berlebih-lebih! Semua yang menonton menyampah dan terasa sangat loya serta mual! Asyik tengok wajah dia yang memenuhi screen TV. Kalau tengok wajah Wardina ke, rasa aman juga dunia!! Ini wajah itu...eukk!! 1Malaysia Najib, selalu buat benda pelik!

Dahlah tu...orang menyampah, tau tak !!!


Ucapan raya: PAS pertikai slot istimewa untuk Rosmah


Abdul Aziz Mustafa

KUALA LUMPUR, 2 Sept: Slot ucapan hari raya khusus untuk Datin Seri Rosmah Mansor adalah paling istimewa untuk seorang isteri Perdana Menteri kerana ia tidak pernah berlaku sebelum ini. 

Dan bagi Naib Presiden PAS, Datuk Mahfuz Omar, ia mungkin untuk menceriakan kembali tahap penerimaan terhadap Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak yang merudum teruk.


"Sebelum ini, tidak ada mana-mana isteri Perdana Menteri yang mendapat slotnya sendiri untuk memberikan ucapan sempena Hari Raya. Sebelum ini, hanya Perdana Menteri sahaja yang mendapat slot seperti itu.

"Rosmah adalah orang pertama dalam sejarah yang mendapat slot khas untuk memberikan ucapan sempena Hari Raya selain Perdana Menteri," katanya.

Mahfuz tidak menolak kemungkinan Rosmah sendiri yang memaksa supaya diberikan slot khas untuknya sendiri bagi memberikan ucapan selamat Hari Raya.

"Maklumlah kuasanya besar sebagai isteri Perdana Menteri," kata Ahli Parlimen Pokok Sena itu sambil merujuk kepada begitu banyak tuduhan yang mendakwa Rosmah lebih berkuasa dari Perdana Menteri sendiri.

Jika benar Rosmah yang memaksa supaya diberikan slot khas itu kepadanya, Mahfuz tidak menolak kemungkinan isteri Perdana Menteri itu menuntut slot sedemikian untuk memuaskan kehendaknya sendiri. 

Tetapi dengan sinis Mahfuz berkata, mungkin juga Rosmah menuntut slot khas itu untuk memulihkan tahap puas hati (approval rating) terhadap Najib yang merudum ke tahap paling teruk sejak September 2009.

"Mungkin bila slot ucapan hari raya Najib dan slot yang khusus untuk Rosmah dipaksakan berkali-kali kepada mereka yang menonton TV sepanjang Hari Raya, tahap puas hati kepada Najib akan naik 95 peratus," sindir Mahfuz .


Dengan sinis juga beliau menyatakan bahawa beliau sangat berharap orang ramai tidak merasa loya apabila tidak henti-henti dipaksa menonton slot-slot ucapan mereka.

Tahap puas hati terhadap Najib merudum sehingga 59 peratus, yang paling rendah sejak beliau menjadi Perdana Menteri.

Menurut soal selidik yang dikendalikan oleh Merdeka Center antara 11 hingga 27 Ogos 2011 ke atas 1,027 orang responden, tahap puas hati kepada Najib memperlihatkan pola menurun sejak Mei 2010, malah jatuh sebanyak 6 peratus kepada 59 peratus - buat kali pertama di bawah paras 60 peratus dalam tempoh dua tahun, sejak September 2009. 

Najib mencatat kemuncak popularitinya di paras 72 peratus pada Mei 2010, dan selepas itu terus merudum dan merudum.

Berdasarkan kaum, tahap puas hati terhadap Najib di kalangan orang-orang Melayu jatuh ke bawah paras 70 peratus, buat kali pertama sejak Disember 2009.

Tahap puas hati di kalangan kaum Cina pula merudum kepada 38 peratus, 11 peratus lebih rendah berbanding hasil soal selidik tiga bulan yang lalu. 

Menurut Merdeka Review, penurunan tahap puas hati dari kalangan Cina mungkin sesuatu yang diduga, namun asakan retorik perkauman terhadap kaum Melayu nampaknya tidak memberi kesan positif untuk Najib - sesuatu yang mungkin di luar jangkaan ramai. 

Dari kesemua responden dalam soal selidik itu, 51 peratus daripada mereka tidak terdedah kepada maklumat internet, dan hanya 29 peratus responden mendapat pendidikan tinggi.



Photobucket

Mohamad Sabu tak sebut komunis

on


http://dinmerican.files.wordpress.com/2011/09/mat-sabu2.jpg



Winston Churchill pernah berkata bahawa "sejarah ditulis oleh pihak yang menang". Di Malaysia, bukan sahaja sejarah malah berita semasa juga ditulis mengikut skrip mereka yang berkuasa.
 
Beberapa hari kebelakangan ini, media milik BN telah menyerang Timbalan Presiden PAS, Mohamad Sabu secara berterusan sebagai seorang simpatisan komunis. Mereka telah memfitnahnya sebagai mengagung-agungkan pengganas komunis yang menyerang polis di dalam tragedi Bukit Kepong.


Kedua-dua dakwaan ini adalah tidak benar sama sekali. Kami percaya Saudara Mohamad Sabu tidak berkata demikian dan secara tegas mengutuk putar-belit yang tidak bertanggungjawab oleh pimpinan dan media UMNO. Pertama sekali, Mohamad Sabu tidak sekali-kali menyebut tentang komunis ataupun PKM. Kedua, usahanya untuk menarik perhatian terhadap sejarah sebenar yang luas telah diputarbelitkan.

Justeru kami menegaskan bahawa kami tidak mempersoalkan sebab mengapa Mohamad Sabu cuba menimbulkan persoalan terhadap naratif sejarah negara. Tetapi kami secara serius mempersoalkan laporan cuai dan berniat jahat Utusan Malaysia, yang sekali lagi menggunakan hujah palsu dan tipu helah dengan niat yang jahat.
Kami juga mempersoalkan naratif sejarah yang ditulis oleh 'pihak yang menang', yang dalam kes ini ditulis oleh Kerajaan UMNO-BN dan perkakas propaganda mereka. Dalam hal ini, kami ingin memberikan kritikan tegas terhadap usaha sistematik berdekad-dekad lamanya untuk 'memalsukan' sejarah Malaysia, agar hanya sumbangan UMNO dan sekutu mereka yang diiktiraf sementara sumbangan jelas dari nasionalis Malaysia dan pejuang kemerdekaan yang lain dipadamkan.
Apa sudah jadi kepada tokoh-tokoh seperti Dr Burhanuddin al-Helmy, Ahmad Boestamam, Ishak Haji Mohamed (Pak Sako) dan ramai lagi?

Bagaimana dengan pertubuhan dan gerakan seperti Kesatuan Melayu Muda (KMM) dan Parti Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM)? Mereka merupakan peneraju sebenar aktivisme politik Melayu. Kita juga mempunyai Perlembagaan Rakyat yang terhasil 10 tahun sebelum Merdeka oleh Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) dan All-Malaya Council of Joint Action (AMCJA).
Usaha PUTERA-AMCJA ini bukan sahaja bersejarah dari segi usaha mereka, malah merekalah pakatan politik pelbagai kaum pertama negara.

Harus diingat perjuangan kemerdekaan bukanlah usaha Perikatan semata-mata. Perjuangan murni ini berlangsung di pelbagai medan dan lapangan, dipimpin pelbagai tokoh dan menerusi pelbagai cara. Bukankah pengorbanan tokoh-tokoh menentang penjajah seperti Tok Janggut, Abdul Rahman Limbong, Tok Ku Paloh dan ramai lagi juga mesti disertakan?

Tetapi pemimpin UMNO tidak mampu menerima kepelbagaian ini. Sejarah yang ditulis UMNO ialah hanyalah satu versi yang tiada ruang untuk berbeza pandangan.
Hakikatnya, jika kita membaca sejarah Malaysia menerusi tokoh-tokoh seperti Dr Burhanuddin, Boestamam, Pak Sako dan lain-lain lagi, kita akan mendapati kisah aktivisme sosial, pejuangan kebangsaan, anti-kolonialisme dan kemudian ketakutan institusi dan penindasan yang menyaksikan mereka dan ramai lagi ditangkap dan ditahan di bawah ISA oleh Kerajaan Perikatan / BN setelah difitnah, antara lain, menjadi talibarut komunis.
Buku-buku sejarah kita bukan sahaja kehilangan satu atau dua bab, tetapi satu sejarah yang selari tetapi telah berjaya dipadamkan daripada rekod rasmi negara.

Jelas sekali lagi bahawa UMNO mempunyai kepentingan untuk mengekalkan versi sejarah mereka memandangkan ini menjadi asas kepada pemimpin serta kekuasaan mereka, malah menutup tipuhelah mereka untuk menindas pihak lawan dan penentangan sah setelah lima dekad berkuasa.
Sekali lagi kami menegaskan bahawa Mohamad Sabu tidak salah dalam usaha mempersoalkan persepsi yang wujud tentang sejarah negara. Yang menjadi kesalahan ialah hakikat bahawa rakyat Malaysia telah dimanipulasi sekian lama oleh perkakas propaganda Kerajaan UMNO-BN.

Dr Dzulkefly Ahmad, PAS
Nik Nazmi Nik Ahmad, KEADILAN
Liew Chin Tong, DAP



Photobucket

Pandangan Sejarah Mat Sabu Betul

on





SEHARI dua ini media massa penjilat buntut UBN telah melancarkan serangan ke atas timbalan presiden Pas, Mohamad Sabu. Isu yang dikaitkan kali ini ialah kononnya Mat Sabu sokong komunis. Ia bermula dengan ucapan atau ceramah Mat Sabu mengenai kemerdekaan pada bulan lepas di Pulau Pinang.

Dalam ucapan itu Mat Sabu dilaporkan telah mengikhtiraf pihak yang menyerang dan membunuh keluarga polis dalam peristiwa Bukit Kepong (1950) sebagai hero atau perjuang kemerdekaan sebenar. Mat Sabu mengikhtiraf bahawa Mat Indra sebagai hero yang sebenarnya.


Mereka yang tahu menilai dan arif meneliti sejarah tidak akan mudah terkaget dengan dakyah itu. Memang dalam konteks sebenarnya penyerang Balai Polis Bukit Kepong itu terdiri daripada pasukan yang mahu membebaskan negara ini dari penjajah. Balai Polis berkenaan adalah di bawah kuasa Bristish yang menjajah negara ini pada ketika itu.

Saat itu dalam konteks orang Melayu negara ini belum milik Melayu. Atau ia bukan kerajaan Melayu (Malaysia). Malaysia belum merdeka dan berada di bawah pemerintahan British. Jadi pasukan penyerang itu adalah salah satu pasukan atau puak yang ingin memerdekakan negara ini. Apa yang perlu difahami apakah pasukan yang berjuang untuk mendapat kemerdekaan dan menghalau sejarah itu salah?

Itu hakikat dan realitinya. Jadi kalau Mat Sabu mengatakan pasukan penyerang itu adalah hero ia adalah benar dan satu kenyataan yang tidak boleh ditolak dengan apa dalil pun dalam konteks perjuangan membebaskan negara dan bangsa. Cuma di dalam hal ini apa menyebabkan kita merasakan sedikit kontras (mengelirukan umum) dengan pengikhtirafan Mat Sabu itu ialah kerana yang menjadi mangsa serangan itu Melayu beragama agama.

Tetapi perlu diingat jangan pula kerana yang terlibat itu orang Melayu dan Islam mudah kita menerima ia sebagai satu kebenaran? Tidak begitu di dalam memahami sejarah atau pun hubungan peristiwa berkenaan dengan kemerdekaan kita. Sejarah tidak boleh dipesongkan kerana ia ada fakta tentangnya.

Sepatutnya dalam hal ini kita tidak perlu melihat kepada sentimen agama dan bangsa. Yang patut dinilai ialah siapa mereka itu atau apakah kedudukan mereka ketika itu menempati kebenaran? Mereka yang menjadi polis atau tentera yang bekerja dengan British tetap dianggap sebagai berkerja atau berkhidmat di pihak yang tidak benar.

Mungkin sudah menjadi tektik British meletakkan orang Melayu di depan untuk menjadi benteng mereka, dalam kata lain kita hanya menjadi pengawal kepada usaha mengekalkan kuasa mereka saja. Jelasnya di sepanjang pemerintahan British orang Melayu menjadi alat kepada kolonial itu.

Saya rasa kalau yang mati itu bukan Melayu ia tidak akan menjadi masalah hari ini. Kenapa? Kerana kita mudah menerima apa-apa yang dilakukan oleh bukan Melayu dan bukan Islam itu sebagai jahat. Ini menunjukkan kita dalam menilai sesuatu bukan kepada fakta dan situasi sebenarnya tetapi masih berlegar kepada soal bangsa dan agama. Sentiman kaum dan agama terlalu kuat menghujam kita sehingga kita terpesong dalam memahami erti hidup yang sebenarnya. Lantaran itu kehidupan kita seharian dalam apa benda pun penuh dengan bidaah dan sayrik.

Pada saya kalaupun siapa dia tetapi dia mempertahankan kemungkaran - kerajaan penjajah adalah kerajaan mungkar, ia perlu ditentang kerana ia bersubahat dengan kemungkaran. Demikian dengan 25 anggota polis yang meninggal itu adalah mereka yang bersubahat dengan kemungkaran mempertahankan penjajah British. Persubahatan itu mungkin tanpa disedari mereka sendiri.

Jadi kalau semua pihak faham apa yang Mat Sabu utarakan itu ia tidak menjadi masalah. Apakah kerana seseorang itu Melayu dan Islam apabila ia terlibat dengan kegiatan mungkar kita perlu menyokongnya? Tidak... benar tetap benar dan inilah dipraktikan oleh kerajaan UBN selama ini.

Hal atau sejarah Bukit Kepong itu samalah dengan apa yang kerajaan UBN lakukan kepada peristiwa Memali iaini Ibrahim Libya dan pengikutnya. Pembunuhan terpaksa dilakukan kerana kerajaan memutuskan kegiatan Ibrahim Libya itu memberhaya kepada negara. Jadi tanpa mengira siapa Ibahim dan pengikutnya ia dibunuh dengan kejamnya. Kenapa pula dalam kes Ibrahim Libya ini tidak ramai orang Melayu mengambil kira soal sentimen agama dan bangsa? Kenapa kerajaan UBN bunuh?

Demikian juga dengan kumpulan al Mauanah yang diketuai oleh Mohamad Amin. Walaupun Amin itu Islam tetapi kerana aktivitinya mendatangkan kemudaratan kepada kerajaan Yang di-Pertuan Agong ia dianggap sebagai pengkhianat tanpa melihat dia seorang Islam dan Melayu. Anihnya kenapa pula pembunuhan ke atas Ibrahim Libya, Mohamad Amin dan lain-ain itu tidak dianggap sebagai kezaliman? Kenapa tiada kecaman seperti kecaman ke atas Mat Sabu itu dalam kes ini? Kenapa?

Inilah sikap atau pun kesedaran double standard orang kita terhadap sesuatu isu atau peritiwa. Selagi sikap ini terus kekal dan memantap dalam diri kita maka jauh lagilah untuk kita mendapati kebenaran dalam hidup dan akan terus terkeliru yang akhirnya kekeliruan itu menimbulkan polimek dan menjadikan kita terus bergaduh. Orang Melayu hari ini bergasak sesama sendiri disebabkan berlaku kekeliruan dan berpegang kepada teras yangb tidak jelas.

Seluruh kekuarga polis yang mati diserang di Bukit Kepong itu harus menerima hakikat ini. Bahawa kaum kerabat, ayah atau datuk mereka mati bukan mempertahankan hak Melayu dalam erti kata sebenarnya. Mereka bukan mati mempertahankan kemerdekaan atau inginkan kemerdekaan. Tetapi mereka mati kerana mahu mempertahankan kerajaan British yang menjaja bangsa dan budaya kita.

Makanya tanpa merasai sentimen mereka adalah Melayu dan Islam perbuatan mereka itu bukan sesuatu yang perlu dikenang dan diagungkan melewati kewajarannya. Saya menyokong pendapat mengatakan kekeliruan kita dalam menerima siapa hero sebenarnya ini disebabkan putar belit dalam sejarah negara ini yang didongenagkan demi kepentingan penjajah.

Di sini saya ingin menurunkan kata-kata yang pernah dilapazkan oleh bekas tokoh Umno dan perjuang Melayu, Allahyaraham Abdul Ghafar Baba. Katanya apa salahnya kalau komunis itu Islam? Mesej yang beliau hendak sampai, Ghafar sendiri tidak menghukum perjuangan di hutan orang Melayu menerusi PKMM itu sebagai salah ataupun mereka adalah menentang Tuhan.

Mungkin Ghafar sepanjang hayatnya tidak mahu bercakap seperti Mat Sabu bagi membetulkan sejarah kerana kedudukannya di dalam Umno ketika itu cukup lumayan namun dari kata-kata itu dapat ditafsirkan bahawa Allahyarham Ghafar menerima kesucian dan kekudusan perjuangan PKMM.
 
http://msomelayu.blogspot.com 


Photobucket

Merdeka Center pertahan kajian

on






KUALA LUMPUR, 3 Sept — Merdeka Center mempertahankan hasil kajian pihaknya mengenai populariti kepimpinan Datuk Seri Najib Razak, yang diumumkan Isnin lalu, sambil menegaskan reaksi ‘dingin’ pemimpin-pemimpin Umno memang sudah dijangkakan.
Hasil kajian terbaru itu menunjukkan populariti Najib terus merosot, antara lain disebabkan isu inflasi dan cara menangani perhimpunan Bersih 2.0 pada Julai lalu.
Sehubungan itu Pengarah Eksekutif Merdeka Center Ibrahim Suffian berkata, “kami sememangnya menjangka akan ada pihak yang akan mempertikai penemuan kajian tersebut, oleh yang demikian kami telah meneliti dan menyemak keputusan tersebut beberapa kali sebelum menyiarkannya.”
Kata beliau, pihaknya reaksi sedemikian sebagai satu proses di mana mutu perdebatan awam dapat dipertingkatkan menerusi penyiaran hasil penjejakkan pendapat umum sebagai suatu input berasaskan penemuan dan bukannya pendapat peribadi semata-mata.
Ibrahim diminta mengulas mengenai pendirian sebahagian pemimpin Umno yang melahirkan rasa tidak senang dan tidak dapat menerima hasil kajian tersebut.
Sebagai contoh, Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Datuk Seri Dr Rais Yatim (gambar) berkata, kepimpinan Najib sebagai Perdana Menteri diterima majoriti rakyat di negara ini.
Rais berkata kajian yang dijalankan oleh Jabatan Penerangan Malaysia mendapati kepimpinan Perdana Menteri amat kukuh di kalangan rakyat di negara ini terutamanya daripada segi penerimaan program pembelaan rakyat.
Sehubungan itu, beliau menganggap laporan kajian Merdeka Centre yang mengatakan populariti Perdana Menteri semakin menurun sebagai tidak berasas.
“Mereka hanya mengambil beberapa sampel yang tidak menyentuh komuniti luar bandar, masyarakat India yang tidak menyeluruh, masyarakat yang berada di sekitar kuala Lumpur yang mempunyai sokongan kuat dan padu kepada Perdana Menteri,” katanya.
Kajian terbaru Merdeka Centre mendakwa aliran populariti Najib terus mengalami penurunan daripada 72 peratus pada Mei 2010 kepada 69 peratus November lalu, 67 peratus pada Mac tahun ini dan seterusnya ke paras 65 peratus Mei lalu dan yang terbaru 59 peratus.
Ibrahim berkata, bagi menjawab persoalan berhubung ketepatan dan metodologi kajian, ia merupakan kaedah yang sentiasa Merdeka Centeri gunakan - persampelan strata secara rawak — yang memastikan pemilihan responden dilakukan secara rawak agar dapat mengurangkan bias, tetapi dikawal bagi memastikan ia mencerminkan profil pemilih berasaskan daftar pemilih Disember 2010 menurut kaum, negeri, jantina dan kumpulan umur.
“Ketepatan kajian sebenarnya berasaskan sejauh mana sampel mewakili taburan penduduk yang dikaji dan bukannya jumlah responden.
“Oleh itu kami sangat cermat dalam memastikan para responden yang ditemu bual mewakili taburan pengundi setelah mengambil kira batasan kaedah temu bual (telefon),” kata Ibrahim sambil menambah, ia kaedah yang telah “kami gunakan semenjak tahun 2003 lagi dan merupakan pendekatan yang menemui tahap puas hati kepada perdana menteri (Najib) adalah 72 peratus pada bulan Mei 2010.”
Ibrahim juga berkata, pihaknya juga memahami tentang keperluan politik dalam kenyataan-kenyataan yang dibuat dan hasil kajian ini tidak mencerminkan apa-apa melainkan sentimen rakyat terhadap subjek tersebut sewaktu kajian dilakukan.
“. . . apa yang perlu diambil dari penemuan tersebut adalah merangka kaedah bagaimana keadaan tersebut dapat diubah seperti contoh, meningkatkan tahap puas hati serta mutu perkhidmatan kepada rakyat,” kata Ibrahim lagi.
Malah katanya, secara umum, hasil kajian yang menunjukkan tahap puas hati pada Najib berada pada 59 peratus merupakan kedudukan yang masih positif dan selesa.
“Tetapi adalah agak sukar serta tidak berpatutan untuk memikirkan bahawa tahap puas hati boleh kekal tinggi ketika kadar inflasi, ketidaktentuan ekonomi semasa berserta isu-isu sosiopolitik semasa mengasak pengundi secara berterusan.
“Ini ialah kerana sentimen pengundi sentiasa berubah-ubah terlebih sekali apabila berlakunya sesuatu peristiwa besar yang diberi liputan meluas oleh media,” katanya.
Ibrahim menjelaskan, jika dilihat pada penemuan Merdeka Center masa lalu, penemuan kajian sememangnya mencerminkan sentimen semasa seperti contoh kajian pada pertengahan 2006, yang telah pun menunjukkan bahawa sokongan pengundi Cina telah beralih pada pembangkan, serta sentimen pengundi sebelum pilihan raya umum 2008.


Photobucket

Followers

pop up text

Blog Archive

Top Ranking Pro PR

My Blog List