Showing posts with label Hal Agama. Show all posts
Showing posts with label Hal Agama. Show all posts
Jangan Lupa....Hari Ni Kita Semakan Arah Kiblat...!
Copy & Posted By mahi on May 28, 2013

Semakan Arah Kiblat berdasarkan Fenomena Istiwa Azam berlaku setiap dua kali setahun di mana ketika itu matahari berada di atas kaabah (waktu tengahari di Masjidl Haram). Oleh itu umat Islam khususnya di Malaysia boleh membuat semakan arah kiblat pada 28 Mei 2013 tepat jam 5:16 petang.
Bagaimana caranya??:
1. Dirikan kayu secara menegak di tanah lapang (bagi rumah yang menghadap matahari terbenam boleh gunakan jenang pintu rumah / tingkap)
2. Tunggu waktu yang ditetapkan.
3. Bayang-bayang yang terhasil daripada objek tersebut adalah menghadap kiblat.
SENANG JE KAN??
Soalan sering yang ditanyakan:
S: arah kiblat berubah ker??
J: tidak. Cuma digalakkkan untuk membuat semakan. sekiranya berlaku kesilapan bolehlah mengubahkannya berdasarkan bayang-bayang tersebut. (sila lihat gambar rajah).
S: Macamana nak tau waktu 5:16 tu sama dgn orang lain??
J: Anda boleh buat semakan jam tangan atau jam dirumah menggunakan 'standard time' yang dikeluarkan oleh pihak SIRIM (link:http://www.sirim.my/home)
S: Alaa.. Tak payah semak pun tak apa.. Nak solat menghadap je arah barat / mana-mana kan??
J: Oppsss.. kalau dah tau mana kiblatnya kenapa perlu menghadap mana-mana..?? Solatkan syarat sahnya adalah menghadap kiblat..kalau xmenghadap maka....??? :)
Wallahualam..
DAHSYATNYA SEBUAH BENCANA......KIAMAT BAGAIMANA...?
Copy & Posted By mahi on Nov 10, 2012
Cukuplah kita mengambil hikmah dan Ikhtibar dari seluruh bencana-bencana dahsyat yang pernah terjadi dulu dan kini di muka bumi ini! Bahwa bencana tersebut tidaklah sebanding hebatnya dengan peristiwa maha dahsyat, yang akan mendatangi manusia dengan tiba-tiba, yakni HARI KIAMAT.
Dan bagaimanakah gambaran "kiamat-kiamat" yang pernah terjadi itu?
Semoga hal ini membuka ruang nalar kita, bahwa kiamat yang sesungguhnya itu benar-benar amat besar huru-haranya! Dan pasti terjadi!!! Allahu Akbar!!!
Berikut adalah rangkuman bencana-bencana terdahsyat yang pernah terjadi di zaman nabi, bahkan di zaman modern ini, yang selanjutnya akan mengantarkan kita kepada hari yang benar-benar telah dijanjikan itu. KIAMAT BESAR!
1. "KIAMAT" DI ZAMAN NABI NUH (BANJIR YANG MENENGGELAMKAN BUMI)
Umat nabi Nuh Alaihis Salam (AS) musnah melalui bencana banjir besar, di mana seluruh kehidupan pada zaman itu musnah, kecuali orang-orang yang mengikuti ajaran nabi Nuh. Diriwayatkan, dalam beliau berdakwah kurang lebih 900 tahun hanya mempunyai pengikut berjumlah 90 orang. Bisa dibayangkan manusia-manusia yang hidup pada zaman itu, digulung banjir dahsyat hingga gunung pun tidak kelihatan.
Ihwal terjadinya bencana ini dikarenakan kafirnya mereka terhadap rasul-rasul yang telah diutus untuk menyelamatkan mereka dari kekufuran dan menyerukan manusia untuk menyembah Allah.
QS. 23: 23-26. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?" Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu." Nuh berdo'a: "Ya Tuhanku, tolonglah aku , karena mereka mendustakan aku."
Doa nabi Nuh pun dikabulkan, umatnya dimusnahkan dalam peristiwa banjir maha dahsyat di zaman itu.
QS. 21: 76. Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdo'a, dan Kami memperkenankan do'anya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar.
QS. 11: 44. Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim ."
QS. 23:30. Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah),, dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nuh itu).
2. "KIAMAT" DI ZAMAN NABI LUTH. (NEGERI YANG DIJUNGKIR BALIKKAN)
Inilah azab yang Allah SWT timpakan kepada umat nabi Luth. Negeri mereka dijungkir balikkan oleh Allah dari atas ke bawah disertai dengan bencana gempa yang maha dahsyat. Hujan meteor, angin kencang dan petir pun saling menggelegar satu sama lain. Bisa dibayangkan, betapa ngerinya peristiwa itu... Allahu Akbar!
Seperti yang telah dijelaskan dalam Alquran:
QS. 54: 33-36. Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman ( Nabinya ). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka ), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu seelum fajar menyingsing. Sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia ( Luth ) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.
QS. 15: 73-76. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik kebawah dan Kami hujani mereja dengan batu belerang yang keras, . Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda ( kebesaran Kami ) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak dijalan yang masih tetap (dilalui manusia).
3. "KIAMAT" DI ZAMAN KAUM 'AD DAN UBAR. (MUSNAH DENGAN TIUPAN ANGIN KENCANG)
QS. 46: 6-8. Adapun kaum 'Ad maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa. Adapun kaun Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon korma yang telah kosong(lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal diantara mereka.
4. "KIAMAT" DI ZAMAN KAUM TSAMUD, UMAT NABI SHALIH. (DIHANCURKAN DENGAN SUARA GUNTUR)
QS. 11: 67-68. Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam ditempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Thamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Thamud.
DAN BERIKUT BEBERAPA RANGKUMAN BENCANA MAHA DAHSYAT YANG PERNAH DAN TERJADI DI ZAMAN INI.
Mei 2008 – Angin puyuh Nargis membunuh 140 ribu orang lebih. Korban terperangkap dalam kejaran pusaran, dan tidak mampu lari lebih jauh, mengubur penduduk di lahan pertanian di Myanmar hingga tersapu bersih.
8 Oktober 2005 – Gempa berkekuatan 7,6 magnitudo di Pakistan merenggut nyawa lebih dari 40 ribu manusia. Kerusakan hebat disebabkan oleh pusat tumbukan di patahan dangkal.
26 Desember 2004 – Lautan Hindia menjadi pusat gempa berkekuatan 9,3 skala magnitudo dan memicu tsunami Sumatera di mana diperkirakan sebanyak 225 ribu orang menjadi korban. Banyak wilayah di belahan bumi lain yang juga mengalami dampak peristiwa tersebut
1985 – Letusan gunung Nevado del Ruiz di Kolombia membunuh 25 ribu manusia, sebagian besar terperangkap dalam aliran lahar dan lumpur ganas.
1976 – Gempa bumi Tangsha di China, 8 skala magnitudo, merampas jiwa manusia tidak berdosa antara 225 ribu hingga 655 ribu orang.
hingga 3,7 juta nyawa melalui peristiwa penenggelaman, penyakit, kelaparan dan banjir. Sungai tersebut tercatat juga pernah menimbulkan katastrofi pada tahun 1887, dengan jumlah korban jiwa hampir sama.
1815 – Gunung Tambora, Indonesia, meletupkan lahar panas dan membunuh 80 ribu orang dan menimbulkan kelaparan luar biasa.
1737– Calcutta, India, membunuh 300 ribu jiwa. Analisis awal mengatakan karena gempa, namun ilmuwan lebih bersandar pada angin puting beliung.
1556 – Shannzi China, gempa bumi mengambil 830 ribu nyawa. Tidak ada seorang pun mengetahui kedatangannya yang tiba-tiba dan sedikit yang selamat dari guncangan seismik tersebut.
1330-1351 – Pandemik penyakit yang disebabkan bakteri bernama Yersinia, membunuh 75 juta orang, menghapus 30% hingga 60% populasi Eropa, dikenal sebagai peristiwa The Black Death atau Bubonic Plague.
1138 – Bumi bergoyang di Allepo, Syria, merenggut 230 ribu korban. Terdaftar dalam survei geologi Amerika Serikat sebagai gempa bumi paling mematikan keempat sepanjang sejarah manusia.
Allahu Akbar... sudah sekian hebatnya bencana-bencana yang diterangkan diatas, akan tetapi kita tidak mungkin sanggup membayangkan bagaimana sekiranya kiamat yang sesungguhnya itu benar-benar akan terjadi. Hanya kepada Allah saja kita memohon perlindungannya.
QS. 7:187. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
Wallahu 'alam bissawab.
mahatera
Umno guna agama untuk takutkan Melayu
Copy & Posted By mahi on Nov 9, 2012

KUALA LUMPUR 9 November: Juara program realiti Imam Muda musim pertama, Muhammad Asyraf Ridzuan berkata, ada pihak sengaja memperbesarkan isu murtad dan kebebasan beragama supaya nampak teruk dan dijadikan topik hangat, sedangkan ia perkara biasa yang sering dibincang dalam majlis ilmu.
“Isu ini jadi menarik dan sensitif kerana ia telah dimanipulasi, dibesar-besarkan sehingga kita rasa perkara ini sangat teruk dan perlu untuk dibincangkan,” katanya merujuk kenyataan Naib Presiden KEADILAN, Nurul Izzah Anwar berhubung kebebasan beragama yang diputar belit oleh Utusan dan media pro-BN.
Beliau berkata demikian dalam forum ‘Kebebasan beragama atau murtad?’ di Dewan Himpunan Cina Kuala Lumpur-Selangor malam tadi.
Dalam Islam, Asyraf berkata, tiada tuntutan untuk memaksa orang lain percaya dengan keyakinan dan pendapat seseorang.
“Setiap individu bebas untuk memberi pendapat, melahir dan bertukar pandangan, bebas untuk masuk agama Islam tanpa paksaan. Namun, apabila berada dalam Islam, ikutlah syariah sebetulnya,” katanya.
Pendakwah, Wan Ji Wan Hussin pula berkata, dalam agama tidak perlu ada unsur memaksa untuk melahirkan penganut yang berkualiti.
“Dalam bercintapun kita kena telus apatah lagi dalam beragama, kita tidak perlu menghukum murtad, tapi berdakwahlah,” katanya yang dikenali sebagai Ustaz Wan Ji.
“Ubat kepada penyakit murtad adalah keyakinan, dan keyakinan diperoleh melalui kebebasan,” jelas beliau.
Wan Ji turut mempersoal tindakan pihak yang cuba mengkritik isu murtad dan agama walhal tidak mendalami isu tersebut.
“Ini yang (saya) nak komen Saifuddin Abdullah, Khairy Jamaluddin, Perkasa, jangan jadikan pemikiran rakyat itu semakin sempit,” tegasnya.
Panelis lain dalam forum itu adalah penulis lirik, Hasmi Hashim dan bekas Setiausaha Akhbar Ketua Pembangkang, Eekmal Ahmad.
Ahli Dewan Undangan Negeri (Adun) Batu Caves, Amirudin Shari pula sebagai moderator.
Umno guna agama untuk takutkan Melayu
Mengulas sama serangan terhadap Izzah, Hasmi berkata, Umno BN gunakan isu agama sejak 50 tahun lalu sebagai ancaman untuk takutkan orang Melayu.
“(Kerajaan) menggunakan elemen politik ketakutan sebagai senjata politik mereka untuk menakut-nakutkan orang Melayu. Dan ketakutan itu boleh dinamakan atas nama agama, bangsa ataupun raja-raja,” katanya.
Ketua Cabang KEADILAN Parit Sulong itu mempersoal sikap kerajaan yang hanya berminat menjadikan isu agama sebagai polemik dan bukan mencari jalan penyelesaian.
“Kenapa tidak diadakan debat atau forum seperti ini di media arus perdana? Hanya membesarkan isu tanpa yang dituduh diberi sedikit peluang pun untuk membela diri,” tegasnya.
Justeru kata Hasmi, perbincangan seperti itu perlu diadakan di media massa dan semua pihak wajar diberi ruang.
Beliau menyeru generasi muda memikirkan semula sama ada strategi itu masih relevan untuk diaplikasi pada masa kini.
Permohonan murtad 135 orang diluluskan
Copy & Posted By mahi on Nov 8, 2012

Mahkamah Syariah menerima 863 kes permohonan untuk menukar status agama Islam dari tahun 2000 hingga 2010, kata Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Seri Jamil Khir Baharom (bawah, kiri).
Beliau menjawap soalan lisan daripada Er Teck Hwa (DAP-Bakri) yang meminta perdana menteri menyatakan jumlah permohonan murtad bagi penganut Islam dan berapakah jumlah yang diluluskan mengikut negeri sepanjang sedekad yang lalu.
Er juga memohon penjelasan kerajaan mengenai cara-cara yang diambil bagi menangani kes-kes gejala murtad itu.
Jamil dalam jawapannya berkata mengikut perangkaan yang dibekalkan kepada kementeriannya menunjukkan sejumlah 168 orang yang memohon untuk meninggalkan agama Islam diluluskan.
Bagaimanapun perangkaan yang dibekalkan kepada Dewan Rakyat itu tidak selaras dengan jumlah yang dikira.Mengikut kiraan Malaysiakini, jumlah permohonan untuk murtad adalah 686 manakala permohonan yang diluluskan pula adalah 135 orang.
Mengikut data yang dibekalkan, jumlah tertinggi yang diluluskan adalah dari Sabah iaitu seramai 67 orang dan diikuti dari Negeri Sembilan dengan 33 orang.
Jumlah permohonan untuk meninggalkan Islam yang terbesar adalah di Sabah - 238, Negeri Sembilan - 172, Selangor - 99 dan Perak - 47.
Tiada permohonan murtad dicatatkan diKelantan.
"Dalam menangani gejala murtad, Jabatan Agama Islam Negeri (JAIN) sentiasa melasanakan program dan aktiviti bagi mengelakkan berlakunya gejala ini terutamnya di kalangan saudara-saudara baru.
"Antara program dan aktiviti yang dilaksanakan adalah seperti khidmat nasihat; ziarah dan lawatan ke rumah; aktivitiaktiviti pengukuhan agama; kelas pengajian agam; dan sokongan Baitulmal," kata Jamil. 6:27PM Jun 14 2011-malaysiakini
Ini berita tahun lepas tapi sengaja disiar semula untuk kita sama-sama fikirkan betapa bersungguh-sungguhnya BN menangani isu murtad. Cina DAP pulak yang mengambil berat akan isu murtad seseorang penganut agama Islam. Tak ke pelik?
ISU KAFIR HARBI :- Wang RM2 Juta Terpaksa Dipulangkan...?
Copy & Posted By mahi on Nov 6, 2012


KUALA LUMPUR, 6 Nov — Majlis Fatwa Kebangsaan tidak pernah mengeluarkan sebarang fatwa berhubung istilah “Kafir Harbi” yang merujuk kepada komuniti bukan Islam di negara ini, kata Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Seri Jamil Khir Baharom.
Menteri yang bertanggungjawab dalam hal ehwal agama Islam itu juga menegaskan, gelaran Kafir Harbi, mahupun Kafir Zimmi yang dikeluarkan terhadap pihak-pihak tertentu juga adalah bersifat peribadi.
“Sehingga kini tidak ada fatwa atau pandangan hukum berkaitan kedudukan orang bukan Islam di Malaysia sebagai Kafir Harbi atau Kafir Zimmi yang dikeluarkan oleh Jawatankuasa Fatwa Negeri atau MKI,” katanya dalam jawapan bertulis kepada Ahli Parlimen Marang, Datuk Seri Abdul Hadi Awang di Parlimen.
Jamil turut menjelaskan, sebarang pandangan hukum di negara ini hanya sah dan diiktiraf selepas mendapat kelulusan Jawatankuasa Fatwa Negeri-Negeri dan Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia (MKI).
“Fatwa dan pandangan hukum di negara ini hanya boleh dikeluarkan pihak berautoriti.
“Oleh itu, mana-mana pendapat atau institusi selain daripada dua entiti tersebut tidak boleh dianggap sebagai fatwa, sebaliknya hukuman bersifat peribadi,” katanya lagi.
Abdul Hadi sebelum ini bertanyakan soalan mengenai tindakan yang diambil terhadap pihak yang menghukum sebahagian rakyat bukan Islam di negara ini sebagai Kafir Harbi.
Presiden PAS itu juga turut menyuarakan kebimbangan penggunaan istilah sedemikian yang menurutnya boleh menggugat ketenteraman kaum di Malaysia.
Mengulas berkenaan perkara itu, Jamil Khir berkata tidak wajar bagi seseorang menggunakan kebebasan bersuara sebagai alasan untuk mengeluarkan pandangan yang boleh mengelirukan masyarakat khususnya umat Islam di negara ini.
“Walaupun kerajaan meyakini prinsip kebebasan bersuara dan memberi pandangan, namun perkara yang berkait dengan isu agama merupakan isu sensitif bagi umat Islam,” katanya lagi.
Akhbar Utusan Malaysia pada Ogos lalu pernah mengeluarkan kenyataan berhubung satu temubual dengan pengasas Sekolah Agama Pondok Geting, Tumpat di Kelantan, Abdullah Sa’amah yang mengatakan adalah haram menyokong DAP kerana parti itu menolak hukum Islam dan turut melabelkan parti komponen Pakatan Rakyat (PR) itu dengan gelaran Kafir Harbi.
Istilah Kafir Harbi merujuk kepada golongan musuh bukan Islam yang mengancam dan berperang dengan umat Islam yang mana darah mereka halal ditumpahkan.
Dalam konotasi suasana perang, ia boleh diistilahkan diperingkat negara kerana golongan Kafir Harbi itu juga turut berusaha untuk membunuh umat Islam.
Kalau begini alamatnya, wang RM 2juta sebagai mengeluarkan "Fatwa" DAP Kafir Harbi dan haram umat Islam memberikan undi terpaksa dipulangkan balik kepada Tok Pa selaku Pengerusi Perhubungan UMNO Negeri Kelantan, sebab itu bukan fatwa pun.
Perkara ini disahkan oleh Menteri Jaga Agama Malaysia, Jamil Khir Baharom di Parlimen hari ini bagi menjawab soalan yang diajukan oleh Presiden PAS, Datuk Seri Hj Abdul Hadi Awang.
LAGI SEKALI UMNO KENA KANTOI LUMAT LUNYAI!!!!!!!!!!!!!!...DUIT HABIS RM2JUTA TAPI AKHIRNYA KENA KANTOI!!!!!!.. YANG CERDIK SIGURU PONDOK YANG BODOH IALAH PENGERUSI PERHUBUNGAN UMNO NEGERI KELANTAN.
sumber
UMNO Haram Purdah...?
Copy & Posted By mahi on Nov 5, 2012

![]() |
| KERATAN AKHBAR THE STAR 1985. |
Pada awal tahun 80an dahulu, parti UMNO telah mengharamkan pemakaian purdah
oleh para muslimah. Keratan akhbar berkenaan pengharaman purdah adalah seperti dibawah
oleh the star 1985, Arakian seorang muslimah bernama Hajah Halimatus saadiah yang bertugas sebagai kerani di pejabat SUK Perak telah DIPECAT oleh Umno & Barisan Nasional kerana memakai purdah.
Muslimah ini telah membawa kes pemecatan beliau ke mahkamah. Peguam yang mewakili
Hajjah Halimatus saadiah ini tidak lain tidak bukan adalah Encik KARPAL SINGH iaitu PENGERUSI DAP! Benar, Karpal Singh yang sama yang diserang dan dinista oleh penyokong serta pemimpin Barisan Nasional kononnya Karpal ini anti Islam.
yang amat menghairankan adalah, ada dua hakim ahli umno yang di katakan bermazhab
ahlul sunnah wal jemaah yang mendengar kes ini yang juga mengaku Islam iaitu Abdul
Hamid Omar dan Hakim Dzaiddin juga telah turut sama menzalimi muslimah yang hanya
mahu memakai purdah.
Hakim hakim yang mengaku Islam pengikut mazhab ahlul sunnah wal jemaah. Di waktu
yang sama, tiada pula arahan dari umno dan barisan nasional untuk memecat atau
membuang pekerja yang tidak menutup aurat ataupun memakai pakaian seksi yang
bermazhab ahlul sunnah wal jemaah.
Kes Hajjah Halimatus sadiah ini adalah salah satu bukti permusuhan umno dengan agama
Islam sehingga sanggup menzalimi seorang Muslimah yang hanya mahu memakai purdah. Walaupun purdah itu hukumnya hanya sunat, tapi BN tiada hak untuk mengharamkan pemakaiannya.
Karpal yang dihina dan dicaci BN kononnya anti Islam telah bertungkus lumus membela
muslimah yang dizalimi kerajaan Barisan Nasional ini. Kes ini jelas menunjukkan bahawa
umno itu lebih anti Islam dari Karpal Singh. Dan berbeza dengan Karpal singh yang telah
meminta maaf atas kenyataan beliau mengenai islam,
UMNO sehingga sekarang tidak pernah meminta maaf kerana mengharamkan purdah.
1malaysia rakyat di dahulukan pencapaian di utamakan.
by @tiewnama - Kita Tahu Hudud itu undang undang Tuhan, tapi kita takkan laksanakan
Hudud - Najib Razak pemimpin ahlul punah ranah umno. kahkahkahkah. (Diangkat dari Era Pasca)
MALAIKAT MAUT: TETAMU Yang KERAP Berkunjung
Copy & Posted By mahi on
BETAPA kerapnya malaikat maut melihat dan merenung wajah seseorang, iaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali.. Andainya manusia sedar hakikat tersebut, nescaya dia tidak akan lalai mengingati mati. Tetapi oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyedari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail.
Justeru itu, tidak hairanlah, jika ramai manusia yang masih mampu bersenang-lenang dan bergelak-ketawa, seolah-olah dia tiada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya.
Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki sebarang bekalan untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa. Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:
"Bahawa malaikat maut memerhati wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail: Alangkah hairannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berseronok-seronok dan bergelak ketawa."
baca lagi Klik TAJUK ENTRI ni
Manusia tidak akan sedar bahawa dirinya sentiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang sentiasa mengingati mati. Golongan ini tidak lalai dan sentiasa sedar terhadap kehadiran malaikat maut, kerana mereka sentiasa meneliti hadis-hadis Nabi s.a.w yang menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama mengenai hal ehwal mati dan hubungannya dengan malaikat maut.
Meski pun mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, iaitu memandang dengan keyakinan iman dan ilmu.
Sebenarnya manusia itu sedar bahawa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan. Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu tabi'e biasa sebagai pendapat golongan athies, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang zahir sahaja. Dia mengambil logik, bahawa banyak kematian disebabkan oleh sesuatu tragedi, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, kebakaran dan juga kemalangan samada diudara, laut dan daratan termasuk kemalangan jalan raya.
Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang merbahaya seperti penyakit barah, sakit jantung, AIDS, demam denggi, ta'un dan sebagainya. Disebabkan manusia melihat kematian hanya dari sudut sebab musabab yang lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas.
Jika berlaku kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya,
"sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah?". Tidak ramai manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut sentiasa berligar di sekeliling manusia, mengenal-pasti memerhatikan orang-orang yang tempoh hayatnya sudah tamat.
Sesungguhnya malaikat maut menjalankan arahan Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit sahaja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika berlaku kemalangan, atau ketika diserang sakit tenat, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.
Namun ajal tidak mengenal orang yang sihat, ataupun orang-orang mewah yang sedang hidup rehat dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau sesaat.
Walau bagaimana pun, ada ketikanya Allah SWT jadikan berbagai sebab bagi satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit tenat yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, kerana Allah Taala memberi peluang dan menyedarkan manusia agar dia mengingati mati, untuk itu dia akan menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kesilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang muflis di akhirat kelak.
Begitu juga orang yang mati mengejut disebabkan kemalangan, ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka sentiasa berwaspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Kerana sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa sesalan yang tidak berguna.
Di kalangan orang solihin menganggap bahawa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahawa Allah SWT masih menyayanginya. Kerana betapa malangnya bagi pandangan meraka, jika Allah SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa sebarang amaran terlebih dahulu. Seolah-olah Allah SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah SWT tidak memberi amaran terlebih dahulu kepadanya. Keadaan orang itu ibarat orang yang tidak menyedari adanya bahaya di hadapannya, jika ada amaran terlebih dahulu nescaya dia akan terjerumus ke lembah bahaya itu.
Selain itu, Allah Taala menjadikan sebab-sebab kematian itu bagi memenuhi janji-Nya kepada malaikat maut, sebagaimana diriwayatkan oleh Saidina Abbas r.a dalam sebuah hadis Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahawa Izrail merasa kesedihan apabila dibebankan dengan tugas mencabut roh makhluk-makhluk bernyawa kerana di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT iaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang solihin.
Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada tuhan betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam a.s, dia mungkin dicemuh kerana dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang menyebabkan orang akan berdukacita, kerana kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka.
Diriwayatkan bahawa Allah SWT berjanji akan menjadikan berbagai-bagai sebab kepada kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam a.s sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Apabila berlakunya kematian, mereka akan berkata bahawa si anu itu mati kerana mengidap sakit, ataupun kerana mendapat kemalangan, mereka akan terlupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang berlaku itu.
Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih kerana manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang sememangnya diutus oleh Allah SWT pada saat malapetaka atau sakit tenat seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang sememangnya telah tiba.
Namun pada hakikatnya bahawa ajal itu adalah ketetapan Allah, yang telah termaktub sejak azali lagi. Semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahawa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah tentera-tentera Allah yang menjalankan tugas seperti yang diamanahkan kepadanya.
Walau bagaimana pun adalah menjadi hak Allah Taala untuk menentukan kematian seseorang itu samada bersebab ataupun tidak, sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahawa ada ketikanya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan seronok bergelak-ketawa, hingga malaikat maut berasa hairan terhadap manusia itu. Ini membuktikan bahawa kematian itu tidak pernah mengenal samada seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sihat dan segar-bugar.
Firman Allah Taala yang bermaksud:
"Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mempercepatkannya." -Surah Al-A'raf ayat 34
sumber
Menteri Agama Pun Berbohong, Inikan Pulak .......
Copy & Posted By mahi on Sep 26, 2012
Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom hari ini mengaku permohonan kerajaan Malaysia untuk menambah kuota haji ditolak oleh Kerajaan Arab Saudi bukan disebabkan perhimpunan Bersih 3.0 di Mekah dan Madinah April lalu.
Menurutnya, permohonan tersebut ditolak disebabkan kerja-kerja pengubahsuaian yang dijalankan di Kota Suci itu.
Ketika menjawab soalan Ahli Parlimen Kuala Krau, Datuk Ismail Mohamed Said yang mahukan penjelasan berkenaan langkah yang diambil kerajaan bagi memastikan kouta haji tidak terjejas akibat perhimpunan tersebut, Jamil Khir cuba mengaitkan kegagalan permohonan tersebut disebabkan Bersih 3.0.
Seraya itu, beberapa Ahli Parlimen Pembangkang bangun mencelah dan menyanggah kenyataan Jamil Khir.
“Renovation Datuk Menteri…Mekah tengah buat renovation,” sanggah mereka sambil disambut lain-lain Ahli Parlimen yang juga tidak berpuas hati terhadap penjelasan tersebut.
Selepas diasak, beliau akhirnya mengaku perhimpunan Bersih yang berlangsung di negara terbabit tidak menimbulkan persepsi buruk kepada Malaysia.
“Ia cuma andaian sahaja… Bila berlaku perhimpunan Bersih di Mekah, ia menimbulkan persepsi mengaitkan dengan Bersih 3.0,” kata beliau dalam Dewan Rakyat.
Kerajaan Arab Saudi mengekalkan kuota 28,000 untuk jemaah Malaysia menunaikan haji tahun ini.
Sebelum ini, isu kuota haji dipolitikkan kerajaan Umno BN kononnya tindakan segelintir rakyat Malaysia mengadakan demonstrasi Bersih 3.0 di Mekah dan Madinah pada 26 April lepas menyebabkan kerajaan Arab Saudi menyekat tambahan kuota itu.
lagi kat sini


